Selasa, Oktober 14, 2014

Dinas Kesejahteraan dan Sosial Sumut Bantu Penyandang Disabilitas Langkat.



Langkat - Mhd Salim
Sebanyak 29 orang penyandang disabilitas asal Kabupaten Langkat, mendapatkan bantuan alat bantu pendukung dari Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara. Penyaluran bantuan ini merupakan lanjutan dari kegiatan Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan. Melalui Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) Agustus 2014 yang lalu. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara Alexius Purba melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Sri Harnita Lubis,SE,MM. Selasa (14/10) saat menyerahkan bantuan di gedung Pegnasos Stabat
“Gunakan alat ini dengan sebaik-baiknya, jangan disalah gunakan, semoga bisa bermanfaat sesuai dengan kebutuhan masing-masing”, ujar Harnita seraya berpesan kepada penerima agar alat bantu ini tidak dijual.
Dikatakan Harnita lagi bantuan peralatan untuk disabilitas ini belum bisa memenuhi keinginan semua penyandang disabilitas karena adanya keterbatasan. Pesan yang sama juga disampaikan oleh Kasie Rehabilitasi Sosial Kantor Sosial Kabupaten Langkat Maraden Tarigan
Kabid Resos Diskessos Prov Sumut Sri Harnita Lubis serahkan kursi roda kepada penyandang disabilitas didampingi Kasie Resos Kantor Sosial Langkat Maraden Tarigan, Selasa (14/10) di gedung Pegnasos Stabat
Alat bantu yang diberikan kepada penyandang disabilitas tersebut berupa kursi roda 10 unit, tongkat tunggal 9 unit, tongkat ganda 3 pasang, tongkat bantu tunanetra 1 buah dan alat bantu dengar ada 6 buah. Semua bantuan alat tersebut diterima langsung oleh yang bersangkutan didampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Secanggang M. Salim
Salah seorang penyandang disabilitas Rahmat (28) asal Desa Karang Gading Kecamatan Secanggang yang mendapatkan kursi roda, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dia merasa terbantu untuk beraktivitas dan Rahmat mengaku baru pertama kali mendapat bantuan dari pemerintah. “Baru kali ini aku dapat bantuan”, ujar lelaki lajang yang mengalami kekurangan fisik sejak lahir itu.


Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Senin, Oktober 13, 2014

Jembatan Gantung Sangga Lima Kab Langkat, Membahayakan Penggunanya



Langkat - Reza Lubis
Masyarakat Desa Sangga Lima, Desa Dogang, Desa Kwala Gebang, Kecamatan Gebang dan Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura. saat ini sangat memprihatinkan kondisi jembatan gantung yang merupakan urat nadi transportasi yang kerap mereka gunakan.Jembatan gantung tersebut merupakan jalur yang menghubungkan beberapa desa diantaranya ,Desa Sangga Lima, Desa Dogang, Desa Kwala Gebang, Kecamatan Gebang dengan Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura.

Jembatan gantung dengan panjang kurang lebih 100 m dan lebar 1 meter ini merupakan jalur utama dan banyak digunakan anak anak bersekolah dan masyarakat pada umumnya kini kondisinya sangat memprihatinkan dikarenakan lantainya yang terbuat dari kayu telah lapuk termakan usia,di beberapa bagian lantainya telah di ganti masyarakat dengan kayu kelapa dan ada yang tidak ada tidak ada kayu lantainya lagi.

Berdasarkan data yang ditemukan dari penelusuran wartawan koran ini jembatan gantung ini terakhir diperbaiki tahun 2012 melalui  Proyek Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Langkat yang berasal dari APBD Langkat T.A 2012 senilai Rp148.110.000.



Keprihatinan serta kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jembatan gantung tersebut selain mengandung resiko bagi masyarakat juga sangat riskan bagi pelajar yang setiap hari pergi dan pulang sekolah melalui jembatan tersebut,sebagaimana dituturkan oleh Fitri seorang siswi SMP yang akan pulang sekolah melalui jembatan gantung tersebut   "maunya secepatnya diperbaiki agar tidak membahayakan setiap orang yang melintas. kami minta kepada Bapak Bupati Langkat Lah, Agar Titi Kami Diperbaiki Apa lagi kayunya sudah banyak yang lapuk dan hanya diganti dari kayu papan kelapa saja".

Ketua LPMD Desa Sangga Lima, Saparin menuturkan pentingnya keberadaan jembatan gantung tersebut bagi perekonomian desa desa sekitarnya, "jembatan gantung dari Sangga Lima menuju pulau banyak, sebenarnya ini urat nadi perekomian Tanjung Pura, di mana dari 4 Desa ini seperti Kwala Gebang, Kwala serapuh, Desa Sangga Lima dan Pulau Banyak  menghasilkan hasil bumi seperti udang, kepiting, ikan, padi, dan rumbia yang akan dijadikan atap, sebab bila titi ini secepatnya di perbaiki akan mengurangi kejahatan," kata Saparin

Menurut dia, warga juga sudah berupaya untuk memperbaiki jembatan gantung secara swadaya dan meminta secepatnya jembatan itu di perbaiki.

"Selain melewati jembatan ini ada jalan lain menuju kota Tanjung Pura yaitu dari Desa Dogang lebih jauh dan sunyi serta kurang aman,mungkin setiap minggu nya ada saja yang melintas di sana  kena rampok dan yang jalan dari sanapun orang orang yang paham situasi jalan di Desa Dogang tersebut," ujar Saparin
Sementara itu di waktu yang berbeda Kepala Desa Sangga Lima Atarudin ketika di hubungi wartawan monitor melalui telepon seluler mengenai kondisi jembatan gantung di desanya menyatakan,"sangat prihatin, setiap anak sekolah pulang pergi dari situ,papannya bolong bolong kami setiap minggu gotong royong, pak demikian pesan singkat Atarudin yang di terima wartawan Monitor Selasa 30/9.
​​
Dinas PU Kabupaten Langkat ​Ka.Sie Perencanaan Bina Marga Ramlan Harahap yang di temui wartawan, meminta Kepala Desa menyurati Dinas PU Kabupaten Langkat agar jembatan bisa perbaiki."Kalau jembatan gantung tersebut membutuhkan perbaikan,Kepala Desa bisa mengajukan surat permohonan kepada Dinas PU dengan di ketahui Camat, nanti kita upayakan anggarannya dari pos anggaran mana yang bisa di masuki untuk perbaikan jembatan itu," demikian tutur Ramlan..

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Rabu, September 03, 2014

Atlet Pelajar Langkat Ukir Prestasi di 8 th Student Bridge Championship PLN Batam Cup 2014

Atlet pelajar Langkat ukir prestasi di 11th Kepri Governor International Bridge tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014
Langkat - Reza Lubis
Tanpa gembar gembor tim bridge pelajar Kabupaten Langkat secara diam diam mengukir prestasi di di event internasional  yang bertajuk  11th Kepri Governor International Bridge Tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014 dari tanggal 29 - 31 Agustus di Golden View Hotel, Batam. Keberangkatan tim dari Stabat menuju Batam hari Selasa 26/8 dengan menumpang  Kapal Laut dan tiba di Batam keesokan harinya.
Pasangan atlet pelajar Langkat Mhd.Rifqi Akbar RF Lubis,M Khair Akmal Al-Ghifari,dlm pertandingan
Tim bridge pelajar Langkat yang terdiri dari gabungan 6 pelajar SMP Negeri 1 Stabat dan 2 pelajar SMA Negeri 1 Stabat masing masing Mhd.Rifqi Akbar RF Lubis,M Khair Akmal Al-Ghifari,Ralia Hanifah Lubis,Ferita Nadya Putri,Ika Syafitri,Selly Gita Amelia,Mhd Dzaky Azhary, Mhd Siddiq yang dimanejeri dan di latih langsung oleh Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Langkat Ir.Perwira Sakti Lubis dengan Iskandar Zulkarnain dan Agustaman sebagai Official, berhasil mengukir prestasi di event yang diikuti 42 tim senior dan 20 tim pelajar dari 14 negara.
Atlet pelajar Langkat menerima piala kejuaraan di 11th Kepri Governor International Bridge tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014
Dalam turnament internasional tersebut pelajar langkat mampu meraih juara 1 Tim tingkat SMP,Juara 1 tim tingkat SMA serta Juara 1 pasangan atas nama Ferita Nadya Putri dan Ika Syafitri serta Juara 2 pasangan yang di raih oleh Mhd Rifqi Akbar RF Lubis yang berpasangan dengan M.Khair Akmal Al-Ghifari pelajar SMPN 1 Stabat.

Piala Kejuaraan yang berhasil di raih team Atlet Pelajar Langkat
Menurut Tim Manajer Bridge Pelajar Langkat Ir.Perwira Sakti Lubis yang di temui Stabat 2/9 sepulangnya dari turnament tersebut "Gabsi Langkat mempunyai agenda untuk mengupayakan atlet pelajar Bridge  Langkat mengikuti dan mendominasi berbagai event Bridge pelajar,sehinga mereka mendapat pengalaman tanding di berbagai kejuaraan tingkat regional,nasional maupun internasional hingga nantinya  atlet pelajar bridge Langkat mampu berprestasi dan akhirnya Langkat mampu menyumbangkan atlet pelajarnya menjadi  atlet Bridge Junior Nasional" .
Saat ini di Pelatnas Brigde Usia 21 ada 4 atlet pelatnas bridge usia 21 yang berasal dari Langkat yaitu Villa Rosa,Yessi Grasella dan saat ini tergabung di klub EIBC serta mendapat bea siswa dari PLN untuk belajar di STT PLN,Jakarta serta Tri Suci Indah Sari,Nurul Husnah juga mendapat bea siswa dan di kuliahkan di STT Telkom di Bandung,dan ke 4 atlet Pelatnas Bridge U-21 sebelumnya telah mengukir prestasi menjadi juara kejurnas Bridge tingkat SMP tahun 2010  dan kejurnas Bridge SMA  tahun 2012 papar ketua Gabsi Langkat tersebut.

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Selasa, September 02, 2014

Rehab Rumah Dinas Bupati Langkat Tidak Wajar

Rumah Dinas Bupati Langkat dalam pekerjaan Rehab

Langkat - Reza Lubis
Elemen masyarakat Langkat menilai anggaran rehabilitasi rumah dinas Bupati Langkat sebesar Rp.3 milyar sebagaimana tertera di dalam APBD Langkat Tahun Angaran 2014  dengan kode rekening 1.03.1.03.01.02.02.5.2.3.26.03 dan penambahan ruangan rumah dinas Wakil Bupati Langkat sebesara Rp.500 juta pada Dinas Pekerjaan Umum Langkat dinilai berbagai kalangan masyarakat Langkat tidak wajar dan tidak tepat sebagaimana penuturan Ahmad Zain Nur Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Langkat kepada wartawan di Stabat 26/8, "Pemkab Langkat melakukan pemborosan anggaran, apalagi kondisi rumah dinas tersebut masih layak digunakan dan maih terlihat megah untuk menunjang kinerja Bupati Langkat,rehab tersebut tidak terlau urgent atau dibutuhkan jadi untuk apa rumah itu direhab dan rentan terhadap korupsi. Karena diduga dana tersebut bisa diselewengkan dan tak semua digunakan".

Ahmad Zaid Nur Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Langkat

Di paparkan lebih lanjut oleh Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Langkat tersebut "apalagi masih banyak persoalan di tengah masyarakat yang butuh perhatian Bupati Langkat juga  kucuran APBD Langkat,dibanding mengutamakan kenyamanan kepala daerah semata,dana rehab itu tidak wajar jika di tinjau dari besarnya anggaran rehab patut diduga terjadi pembengkakan seharusnya dana tersebut bisa untuk membangun rumah dinas baru atau untuk prioritas pembangunan yang menyentuh rakyat Langkat pada khususnya.

"Dan selama periode kepemimpinan Bupati Langkat H Ngongesa Sitepu,SH rumah dinas tersebut tidak pernah ditingggalin dan hanya sebagai tempat tidur para ajudan, banyak anggaran tidak tepat sasaran hanya menguntungkan pejabat pejabat di lingkungan Pemkab  aja.Coba lihat bagaimana infrastruktur atau fasilitas umum yang membutuhkan uluran APBD Langkat untuk memperbaikinya,ngak usah jauh jauh lihat aja jalan jalan dipemukiman masyarakat seputaran kantor Bupati yang membutuh perbaikan dan seingat kita rumah dinas itu pernah di rehab kepemimpinan H Syamsul Arifin sekitar tahuno 2007 silam" tegas Zaid Nur Ketua 
PD Al Jam’iyatul Washliyah Langkat organisasi Islam yang lahir pada 30 November 1930 tersebut.
Diwaktu yang berbeda Kabag Humas Pemkab Langkat Rizal Gunawan Gultom di ruang kerjanya Jum'at 28/8 ,mengatakan " semuanya sudah melalui prosedur dan untuk anggaran tersebut telah diputuskan DPRD Langkat untuk lebih rincinya coba hubungi instansi terkait".
Terkait dengan pelaksanaan rehab rumah dinas Bupati Langkat,Kadis PU Langkat saat berusaha di konfirmasi Jum'at 28/8 di Kantornya,tidak berhasil di temui dan menurut seorang staf yg tidak mau di sebutkan namanya "Bapak lagi keluar, bang".

dikutip dari koran mingguan Monitor,Medan

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...
 
Copyright © 2014 Anak Bangsa • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top