Rabu, September 03, 2014

Atlet Pelajar Langkat Ukir Prestasi di 8 th Student Bridge Championship PLN Batam Cup 2014

Atlet pelajar Langkat ukir prestasi di 11th Kepri Governor International Bridge tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014
Langkat - Reza Lubis
Tanpa gembar gembor tim bridge pelajar Kabupaten Langkat secara diam diam mengukir prestasi di di event internasional  yang bertajuk  11th Kepri Governor International Bridge Tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014 dari tanggal 29 - 31 Agustus di Golden View Hotel, Batam. Keberangkatan tim dari Stabat menuju Batam hari Selasa 26/8 dengan menumpang  Kapal Laut dan tiba di Batam keesokan harinya.
Pasangan atlet pelajar Langkat Mhd.Rifqi Akbar RF Lubis,M Khair Akmal Al-Ghifari,dlm pertandingan
Tim bridge pelajar Langkat yang terdiri dari gabungan 6 pelajar SMP Negeri 1 Stabat dan 2 pelajar SMA Negeri 1 Stabat masing masing Mhd.Rifqi Akbar RF Lubis,M Khair Akmal Al-Ghifari,Ralia Hanifah Lubis,Ferita Nadya Putri,Ika Syafitri,Selly Gita Amelia,Mhd Dzaky Azhary, Mhd Siddiq yang dimanejeri dan di latih langsung oleh Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Langkat Ir.Perwira Sakti Lubis dengan Iskandar Zulkarnain dan Agustaman sebagai Official, berhasil mengukir prestasi di event yang diikuti 42 tim senior dan 20 tim pelajar dari 14 negara.
Atlet pelajar Langkat menerima piala kejuaraan di 11th Kepri Governor International Bridge tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014
Dalam turnament internasional tersebut pelajar langkat mampu meraih juara 1 Tim tingkat SMP,Juara 1 tim tingkat SMA serta Juara 1 pasangan atas nama Ferita Nadya Putri dan Ika Syafitri serta Juara 2 pasangan yang di raih oleh Mhd Rifqi Akbar RF Lubis yang berpasangan dengan M.Khair Akmal Al-Ghifari pelajar SMPN 1 Stabat.

Piala Kejuaraan yang berhasil di raih team Atlet Pelajar Langkat
Menurut Tim Manajer Bridge Pelajar Langkat Ir.Perwira Sakti Lubis yang di temui Stabat 2/9 sepulangnya dari turnament tersebut "Gabsi Langkat mempunyai agenda untuk mengupayakan atlet pelajar Bridge  Langkat mengikuti dan mendominasi berbagai event Bridge pelajar,sehinga mereka mendapat pengalaman tanding di berbagai kejuaraan tingkat regional,nasional maupun internasional hingga nantinya  atlet pelajar bridge Langkat mampu berprestasi dan akhirnya Langkat mampu menyumbangkan atlet pelajarnya menjadi  atlet Bridge Junior Nasional" .
Saat ini di Pelatnas Brigde Usia 21 ada 4 atlet pelatnas bridge usia 21 yang berasal dari Langkat yaitu Villa Rosa,Yessi Grasella dan saat ini tergabung di klub EIBC serta mendapat bea siswa dari PLN untuk belajar di STT PLN,Jakarta serta Tri Suci Indah Sari,Nurul Husnah juga mendapat bea siswa dan di kuliahkan di STT Telkom di Bandung,dan ke 4 atlet Pelatnas Bridge U-21 sebelumnya telah mengukir prestasi menjadi juara kejurnas Bridge tingkat SMP tahun 2010  dan kejurnas Bridge SMA  tahun 2012 papar ketua Gabsi Langkat tersebut.

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Selasa, September 02, 2014

Rehab Rumah Dinas Bupati Langkat Tidak Wajar

Rumah Dinas Bupati Langkat dalam pekerjaan Rehab

Langkat - Reza Lubis
Elemen masyarakat Langkat menilai anggaran rehabilitasi rumah dinas Bupati Langkat sebesar Rp.3 milyar sebagaimana tertera di dalam APBD Langkat Tahun Angaran 2014  dengan kode rekening 1.03.1.03.01.02.02.5.2.3.26.03 dan penambahan ruangan rumah dinas Wakil Bupati Langkat sebesara Rp.500 juta pada Dinas Pekerjaan Umum Langkat dinilai berbagai kalangan masyarakat Langkat tidak wajar dan tidak tepat sebagaimana penuturan Ahmad Zain Nur Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Langkat kepada wartawan di Stabat 26/8, "Pemkab Langkat melakukan pemborosan anggaran, apalagi kondisi rumah dinas tersebut masih layak digunakan dan maih terlihat megah untuk menunjang kinerja Bupati Langkat,rehab tersebut tidak terlau urgent atau dibutuhkan jadi untuk apa rumah itu direhab dan rentan terhadap korupsi. Karena diduga dana tersebut bisa diselewengkan dan tak semua digunakan".

Ahmad Zaid Nur Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Langkat

Di paparkan lebih lanjut oleh Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Langkat tersebut "apalagi masih banyak persoalan di tengah masyarakat yang butuh perhatian Bupati Langkat juga  kucuran APBD Langkat,dibanding mengutamakan kenyamanan kepala daerah semata,dana rehab itu tidak wajar jika di tinjau dari besarnya anggaran rehab patut diduga terjadi pembengkakan seharusnya dana tersebut bisa untuk membangun rumah dinas baru atau untuk prioritas pembangunan yang menyentuh rakyat Langkat pada khususnya.

"Dan selama periode kepemimpinan Bupati Langkat H Ngongesa Sitepu,SH rumah dinas tersebut tidak pernah ditingggalin dan hanya sebagai tempat tidur para ajudan, banyak anggaran tidak tepat sasaran hanya menguntungkan pejabat pejabat di lingkungan Pemkab  aja.Coba lihat bagaimana infrastruktur atau fasilitas umum yang membutuhkan uluran APBD Langkat untuk memperbaikinya,ngak usah jauh jauh lihat aja jalan jalan dipemukiman masyarakat seputaran kantor Bupati yang membutuh perbaikan dan seingat kita rumah dinas itu pernah di rehab kepemimpinan H Syamsul Arifin sekitar tahuno 2007 silam" tegas Zaid Nur Ketua 
PD Al Jam’iyatul Washliyah Langkat organisasi Islam yang lahir pada 30 November 1930 tersebut.
Diwaktu yang berbeda Kabag Humas Pemkab Langkat Rizal Gunawan Gultom di ruang kerjanya Jum'at 28/8 ,mengatakan " semuanya sudah melalui prosedur dan untuk anggaran tersebut telah diputuskan DPRD Langkat untuk lebih rincinya coba hubungi instansi terkait".
Terkait dengan pelaksanaan rehab rumah dinas Bupati Langkat,Kadis PU Langkat saat berusaha di konfirmasi Jum'at 28/8 di Kantornya,tidak berhasil di temui dan menurut seorang staf yg tidak mau di sebutkan namanya "Bapak lagi keluar, bang".

dikutip dari koran mingguan Monitor,Medan

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Rabu, Juli 23, 2014

Selamat Hari Anak 2014


Anak bagaikan pohon rambat. Jika pohon rambat dibiarkan tumbuh sekehendak hatinya, maka akan tumbuhlah ke segala arah, tanpa tujuan, tak sedap dipandang dan akan mengganggu manusia di sekitarnya. Tapi jika diarahkan bahkan dibentuk, maka akan tumbuhlah sesuai dengan apa yang kita arahkan, maka keindahan yang terpancar dari tanaman itu akan berguna dan memukau orang disekitarnya. Maka rangkailah anak kita dengan jiwa seni, kasih sayang dan kelembutan, maka tanaman rambat itu akan menjadi bukan sekedar tanaman rambat.


Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Selasa, Juli 22, 2014

Aneh............... Tender DKP Langkat masih Berproses di LPSE, Bak Sampah Besi Telah Ada

Foto kiri : bak sampah besi di tempat parkir belakang kantor DKP Langkat yg masih tertulis DKP TA 2014 difoto tgl 21/7.
Foto kanan : bak sampah besi di tempat parkir belakang kantor DKP Langkat yg tulisan DKP TA 2014 telah dihapus/dihilangkan foto diambil 22/7

Langkat-Reza Lubis
Proyek Pengadaan kontainer DHI TPS container tertutup dan bak sampah besi di Dinas Kebersiahan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Langka  ini menarik untuk di cermati,hal ini disebabkan tender pengadaan di LPSE Langkat (http://lpse.langkatkab.go.id) sementara masih berproses tetapi 5 bak sampah terlihat ada di areal parkir belakang dan perbengkelan DKP Langkat dan salah satu bak sampah besi tersebut tertera tulisan DKP TA (Tahun Anggaran=Red) 2014.
Hal ini mengundang pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat Langkat dan dugaan adanya ssuatu yang tidak beres dalam pengerjaan proyek pengadaan bak sampah besi yang merupakan salah satu item Pengadaan Kontainer DHI TPS Container Tertutup, TPS Container dan Bak Sampah Besi yg di tenderkan di lpse Langkat dengan pagu paket sebesar Rp.304.175.000 dengan Nilai HPS Paket Rp 304.175.000,00. di lingkungan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab.Langkat yang selama ini dinakhodain oleh H.Syahmadi,S.Sos, MSP selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab.Langkat.
Pengadaan Kontainer DHI TPS Container Tertutup, TPS Container dan Bak Sampah Besi merupakan bagian dari penyediaan prasarana dan sarana penggelolaan persampahan  dengan nilai Rp 1.195.208.880,- yang tertuang dalam lampiran Perda No.6 Tahun 2014 Tentang APBD Tahun Anggaran 2014 dengan nomor rekening 1.08.108.03.15.02.
Adalah hal yang aneh jika proses tender masih berjalan di LPSE dan belum didapatkan perusahaan pemenang tender,tertapi bak sampah besi yg merupakan salah satu item yg ditenderkan telah ada dan terparkir di halaman belakang kantor tersebut. 
Berdasarkan penelusuran dan informasi yang di dapat pengadaan bak sampah tersebut berjumlah 5 unit dengan anggaran pengadaan perunitnya sebesar Rp. 16.245.000,- dan proses lelangnya terdata di website LPSE Langkat dengan kode lelang 438304 dengan nama lelang Belanja Modal Pengadaan Kontainer DHI TPS Container Tertutup, TPS Container dan Bak Sampah Besi dengan nilai pagu paket sebesar Rp. 304.725.000,00 dengan Nilai HPS Paket Rp 304.175.000,00.

Jika benar dugaan proses tender masih berlangsung, bak sampah besi telah siap di kerjakan merupakan suatu tindakan melawan hukum karena  proses lelang pengadaan barang /Jasa Pemerintah melalui LPSE harus berdasarkan Keputusan Presiden No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,Perpres No 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang /Jasa Pemerintah dan peraturan turunan lainnya.dan hal ini sangat di sayangkan..........
Sementarsa itu Tasyrif,SE selaku Kepala Bidang Pengangkutan dan Peraslatan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab. Langkat  ketika di konfirmasi (21/7) melalui  selulernya di no 0822766***** berkaitan dengan bak sampah yang tertera tulisan DAK TA 2014 pada salah satu sisinya menyatakan  "pengadaan yang lalul lalu itu bang,bisa jadi tahun 2012,cuma itukan sudah rusak bocor bocor kami perbaiki,kan ada perawatan lanjut Tasyrif, kami setiap tahun kan ada penggelolaan jadi kalau misalnya apanya dibuatlah itu perbaikan 2013,2014"
Saat ditanya tentang tulisan TA 2014 yang tertera di bak sampah tersebut Tasyrif,SE berkilah "2014 itu tahun perbaikannya bukan masuk lpse pengadaan bak sampah,ala....kalau soal tulisan itu besok saya hapus bang,ketus Tasyrif. Udalah itu kesalahan anggota bang,tukas Tasyrif, diakhir percakapannya. 

Saat  kembali mengunjungi kantor DKP Kab Langkat (22/7) untuk penelusuran dan mencari info terkait persoalan tersebut, dan di temukan bak sampah besi yang tertera tulisan DKP TA 2014 yg telah diketahui banyak pihak, ternyata tulisan tersebut telah hilang  dicat kuning,dan saat di tanya kepada salah satu pegawai yg kebetulan ada mengapa dihapus tulisan DAK TA 2014 nya, "ya udah dihapus  bang perintah bos jawabnya pegawai tersebut dengan nada lirih #.

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Selasa, Juli 15, 2014

Anak 3,5 Tahun Tewas,diduga Korban Penganiayaan Ayah Tiri

Kondisi tubuh Dimas Ardiansyah sebelum dikebumikan


Sebulan tinggal bersama ayah tiri, Dimas Ardiansyah (3,5) mendadak tewas mengenaskan.Di tubuhnya ditemukan luka bekas setrika dan tapak sepatu. Kematian bocah periang itu dicurigai akibat disiksa ayah tirinya berinisial Dik. Kini jasad Dimas telah disemayamkan di kampung kelahirannya, Gang Nangka Desa Tanjungputus, Kec. Padangtualang.

Saat ditemui, ibu kandung korban, Agustiati Manda Sari (25) di rumah orang tuanya Kecamatan Padang Tualang mengisahkan awal kejadian dan kepindahan mereka ke Jl. Karya Baru, Sinembah Satu, Kel. Helvetia Timur Medan.


Diceritakan Sari, sejak cerai dengan ayah Dimas, ia bekerja sebagai pembantu di Medan. Sampai akhirnya ia kenalan dengan Dik, security di Komplek Guru Sinembah.,selama tinggal di Medan bersama suami keduanya, Dimas juga dibawa serta. Dan sejak saat itu, hari-hari Dimas lebih banyak dihabiskan bersama Dik.”Tiap hari Dimas itu sama ayah tirinya, mulai dari makan, sampai mengganti pakaiannya. Pokoknya yang mengurusnya bapak tirinya tadi. Memang sering saya dengar dia menangis kalau lagi dimandikan misalnya. Tiap saya tanya, dia mengatakan kalau Dimas menangis karena matanya perih kena sabun. Ya saya kira betul jugalah,” ketus Sari.

Sari juga kerap melihat Dik membawa Dimas pergi menjauh dari rumah tiap kali menangis. “Karena saya baru bersalin, perhatian saya untuk mengurus Dimas memang tidak ada sama sekali,“ ujarnya seraya mengaku tiap harinya Dik pulang ke rumah untuk makan siang.”Memang ada saya kurang enak hati saat itu, saya melihat suami kedua saya memegang kayu. Saya kira kayu itu dibawanya untuk jaga-jaga di pos security,” lirihnya.

Sari juga mengakui kalau saban malam, Dimas selalu dapat perlakuan tak wajar. “Setiap malam mau tidur, kedua kaki Dimas diikat pakai sarung. Begitu juga dengan dadanya, diikat kain dan badannya dipakaikan jaket,” jelas Sari.Meski meronta kepanasan karena dipakaikan jaket dan diikat kakinya, tapi Dik tak mau melepaskan pakaian yang dikenakan korban. Dik beralasan kalau di rumahnya banyak nyamuk. Sedangkan kaki korban yang diikat katanya biar korban tidak lasak bila tidur malam.

Meski rada aneh melihat kelakuan suaminya tersebut, tapi Sari tak bisa berbuat banyak. Sampai akhirnya, Rabu (9/7) sekitar pukul 14.15 WIB, Dimas tiba-tiba mengigil kepanasan lalu kejang-kejang dan mengeluarkan buih dari mulutnya. Selanjutnya korban dilarikan ke RS Sufina Aziz. Tak berapa lama ditangani dokter, korbanpun menghembuskan nafas terakhirnya.“Dibilang dokter, korban ada masalah dengan paru-paru dan jantungnya,” ujar Sari yang ditemui di rumah orangtuanya, Selasa (15/7).

Begitu mengetahui Dimas sudah tak bernyawa lagi, Dik buru-buru mengurus jenazahnya. Oleh Sari kematian putranya tadi langsung diberitahukan kepada keluarganya di kampung. Tak berapa lama kemudian, beberapa kerabat dekat Sari datang ke Medan hendak mengambil jenazah Dimas untuk dimakamkan di Padang Tualang.

Meski sempat terjadi perdebatan antara keluarga Sari dengan Dik yang melarang jenazah Dimas dibawa pulang. Bahkan, Dik sempat mengatakan kalau jenazah sudah disempurnakan dan jangan dibuka-buka lagi kain kafanya, dan keluarga diminta langsung saja mengebumikannya.

Setiba di Padang Tualang, keluarga yang merasa ada kejanggalan, kembali membuka kain kafan pembalut tubuh Dimas untuk kembali dimandikan. Saat itulah keluarga dan pelayat melihat beberapa tanda aneh di tubuh Dimas seperti bekas memar dan lembam.

Agustiati Manda Sari(25) Ibunda Dimas
Bahkan yang mencurigakan, ada bekas setapak tangan orang dewasa dibagian lambung atas sampai ke dada korban. Bahkan ada juga bekas strika dan tapak sepatu di dada korban.“Banyaknya bekas bekas aneh tadilah membuat kami meyakini kematian korban itu tidak wajar,” jelas paman korban mengaku akan membawa masalah ini ke hukum.

Tambah Sari lagi, sejak kematian anak sulungnya tersebut, sampai hari ini suaminya Dik tak pernah datang ke Padang Tualang menjenguk dirinya ataupun menanyakan kabar mereka.
“Nggak ada datang dia (Dik-red) kemari menanyakan kabar kami ataupun menanyakan kondisi anaknya yang baru lahir. Begitu juga dengan keluarganya, nggak ada yang menjenguk kami,” ketusnya seraya berharap polisi segera mengungkap kasus ini. 

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...
 
Copyright © 2014 Anak Bangsa • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top