Kamis, Oktober 30, 2014

DBD Makan Korban di Langkat, Wakil Ketua DPRD Langkat minta Dinkes Langkat Proaktif

Image By Google
Langkat-Reza Lubis​
Banyaknya kasus Demam berdarah Degue (DBD)  di Kabupaten Langkat membuat prihatin Wakil Ketua DPRD Langkat Ralin Sinulingga, SE hal itu di kataka​nnya di ​sela sela​ waktu rehat di DPRD Langkat Stabat Kamis,30/10.
Ralin Sinulingga,SE Wk Ketua DPRD Langkat

​Saat ini kasus DBD semakin marak di lLangkat,hal ini ditandai k​orban demam berdarah dengue (DBD) yang terus bertambah hingga 1​00 an orang , 3 diantaranya​ telah ​
​ salah satu RS di Medan meninggal dunia di Langkat. Untuk itu kita meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Langkat proaktif, terutama kepala Puskesmas di 23 Kecamatan di Langkat.

“Rabu (29/10) malam, korban atas nama Raja Ginting (26) penduduk Desa Kampung Sawah Kecamatan Sei Bingai meninggal dunia di salah satu RS di Medan. Sedangkan abang korban  Yakin Ginting dan Sri Ulina Br Sitepu penduduk Desa Emplasmen Kuala Mencirim Sei Bingai karena positif menderita DBD saat ini dirawat di RS Bidadari dan korban DBD lainnya diantaranya Candra dan Neneng penduduk Padang Brahrang Kecamatan Selesai,Langkat dirawat di RS Bidadari.

Karena DBD ini sudah mewabah, dan menyangkut nyawa manusia, ini tidak bisa dibiarkan atau dianggap belum waspada. Apa harus mengambil korban jiwa lagi, sedangkan tahun 2014 ini saja dari 170 an korban penderita DBD , 3 orang meninggal dunia. Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Langkat Ralin Sinulingga
​ ​
​tokoh yang aktif didalam Peduli Kesehatan Masyarakat (PKM)​
Kamis (30/10).

​​
​Lanjutkan ​
politis
​​
PDIP itu, Dinkes Langkat terbukti kecolongan, belum ada laporan dari Kepala Puskesmas ke pihaknya tentang korban DBD yang meninggal dunia dan korban yang dirawat. Jangan harus menunggu begitu ada korban baru Dinkes dan Puskesmas berbuat. APBD untuk biaya penanggulangan DBD sudah ada, dan jangan Kepala Puskesmas menyalahkan Bidan Desa yang tidak member laporan ke Kepala Puskesmas di masing-masing Kecamatan. Bidan Desa tidak memiliki peralatan medis yang kuat seperti leb (laboratorium).

Yah sering-seringlah komunikasi antar Desa dan dusun bagi Kepala Puskesmas paling tidak sebulan sekali. Tentang bahayanya bencana DBD,program 3 M itu penting digemboskan kemasyarakat, yakni Menimbung,Mengubur,dan Membakar kaleng bekas dan tempurung yang dapat menampung genangan air hujan, katanya lagi.

Dihubungi terpisah
​ oleh wartawan​
​​
​​
, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat Dr Sadikun Winato, ianya mengatakan, bahwa
​​
​f​
o
​g​
ging terhadap daerah maupun kantong-kantong endemis DBD sudah dilakukan. “Ya kita tetap tanggaplah bang, tetapi Kepala Desa maupun masyarakat mungkin lambat dan tidak memberitahukan daerahnya ada terserah DBD”. Jadi bukan kita menunggu ada korban baru berbuat,tetapi banyak orang demam belum pasti dia terkena DBD. Namun setelah korban dirawat dan ditangani medis, dan hasil lab (laboratorium = red)  positif DBD, itu langsung kita turun melakukan poging, sebut Dr Sadikun.

Untuk lebih jelasnya, silahkan Tanya anggota saya di bagian P2ML,karena saya ini lagi sibuk mimpin rapat ya bang, dat
​​
​​
​a​
ng aja bang ke kantor bertanya lebih rinci, kata Sadikun lagi.

Kepala Seksi Pembasmi Penyakit Menular Langsung (P2KM) Dinkes Langkat Bena Muli Perangin Angin ketika ditemui diruang kerjanya kemarin
​ 30/10​
,
​mengatakan​
pihaknya belum menerima laporan dari Kepala Puskesmas Kecamatan Sei Bingai, Selesai dan Kecamatan K
​u​
ala seperti yang diceritakan DPRD.

“Bukan artinya ada korban baru ditanggulangi, tetapi seperti yang dikatakan Pak Kadis tadi, bahwa penderita demam belum bisa dikatakan korban DBD sebelum diketahui trombosit penderita diatas 100.000 dari hasil leb laboratorium”. Kita di bagian P2KM terbuka, masyarakat silakan hubungi kita langsung jika lingkungannya terserang DBD, tidak
usah menunggu korban kok, tetapi jika ada satu orang saja penderita demam dan diketahui positif DBD kita langsung turun.

Ditahun 2014 memang ada korban DBD yang berdasarkan leb  laboratorium yang masuk 170an orang. Dan memang perlu sama-sama kita waspadai,ditahun 2015 mendatang, mungkin diawal tahun, diprediksi akan berjangkit korban DBD besar karena jangkitan lima tahunan.

“Ditahun 2010 lalu, korban DBD akibat gigitan penularan nyamuk aides aigivty ada 707 penderita”. Jadi kita waspadai diawal Januari tahun depan diprediksi jangkitan DBD memuncak, ungkap Bena Muli Perangin-Angin
​.​

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Selasa, Oktober 14, 2014

Dinas Kesejahteraan dan Sosial Sumut Bantu Penyandang Disabilitas Langkat.



Langkat - Mhd Salim
Sebanyak 29 orang penyandang disabilitas asal Kabupaten Langkat, mendapatkan bantuan alat bantu pendukung dari Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara. Penyaluran bantuan ini merupakan lanjutan dari kegiatan Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan. Melalui Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) Agustus 2014 yang lalu. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara Alexius Purba melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Sri Harnita Lubis,SE,MM. Selasa (14/10) saat menyerahkan bantuan di gedung Pegnasos Stabat
“Gunakan alat ini dengan sebaik-baiknya, jangan disalah gunakan, semoga bisa bermanfaat sesuai dengan kebutuhan masing-masing”, ujar Harnita seraya berpesan kepada penerima agar alat bantu ini tidak dijual.
Dikatakan Harnita lagi bantuan peralatan untuk disabilitas ini belum bisa memenuhi keinginan semua penyandang disabilitas karena adanya keterbatasan. Pesan yang sama juga disampaikan oleh Kasie Rehabilitasi Sosial Kantor Sosial Kabupaten Langkat Maraden Tarigan
Kabid Resos Diskessos Prov Sumut Sri Harnita Lubis serahkan kursi roda kepada penyandang disabilitas didampingi Kasie Resos Kantor Sosial Langkat Maraden Tarigan, Selasa (14/10) di gedung Pegnasos Stabat
Alat bantu yang diberikan kepada penyandang disabilitas tersebut berupa kursi roda 10 unit, tongkat tunggal 9 unit, tongkat ganda 3 pasang, tongkat bantu tunanetra 1 buah dan alat bantu dengar ada 6 buah. Semua bantuan alat tersebut diterima langsung oleh yang bersangkutan didampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Secanggang M. Salim
Salah seorang penyandang disabilitas Rahmat (28) asal Desa Karang Gading Kecamatan Secanggang yang mendapatkan kursi roda, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dia merasa terbantu untuk beraktivitas dan Rahmat mengaku baru pertama kali mendapat bantuan dari pemerintah. “Baru kali ini aku dapat bantuan”, ujar lelaki lajang yang mengalami kekurangan fisik sejak lahir itu.


Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Senin, Oktober 13, 2014

Jembatan Gantung Sangga Lima Kab Langkat, Membahayakan Penggunanya



Langkat - Reza Lubis
Masyarakat Desa Sangga Lima, Desa Dogang, Desa Kwala Gebang, Kecamatan Gebang dan Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura. saat ini sangat memprihatinkan kondisi jembatan gantung yang merupakan urat nadi transportasi yang kerap mereka gunakan.Jembatan gantung tersebut merupakan jalur yang menghubungkan beberapa desa diantaranya ,Desa Sangga Lima, Desa Dogang, Desa Kwala Gebang, Kecamatan Gebang dengan Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura.

Jembatan gantung dengan panjang kurang lebih 100 m dan lebar 1 meter ini merupakan jalur utama dan banyak digunakan anak anak bersekolah dan masyarakat pada umumnya kini kondisinya sangat memprihatinkan dikarenakan lantainya yang terbuat dari kayu telah lapuk termakan usia,di beberapa bagian lantainya telah di ganti masyarakat dengan kayu kelapa dan ada yang tidak ada tidak ada kayu lantainya lagi.

Berdasarkan data yang ditemukan dari penelusuran wartawan koran ini jembatan gantung ini terakhir diperbaiki tahun 2012 melalui  Proyek Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Langkat yang berasal dari APBD Langkat T.A 2012 senilai Rp148.110.000.



Keprihatinan serta kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jembatan gantung tersebut selain mengandung resiko bagi masyarakat juga sangat riskan bagi pelajar yang setiap hari pergi dan pulang sekolah melalui jembatan tersebut,sebagaimana dituturkan oleh Fitri seorang siswi SMP yang akan pulang sekolah melalui jembatan gantung tersebut   "maunya secepatnya diperbaiki agar tidak membahayakan setiap orang yang melintas. kami minta kepada Bapak Bupati Langkat Lah, Agar Titi Kami Diperbaiki Apa lagi kayunya sudah banyak yang lapuk dan hanya diganti dari kayu papan kelapa saja".

Ketua LPMD Desa Sangga Lima, Saparin menuturkan pentingnya keberadaan jembatan gantung tersebut bagi perekonomian desa desa sekitarnya, "jembatan gantung dari Sangga Lima menuju pulau banyak, sebenarnya ini urat nadi perekomian Tanjung Pura, di mana dari 4 Desa ini seperti Kwala Gebang, Kwala serapuh, Desa Sangga Lima dan Pulau Banyak  menghasilkan hasil bumi seperti udang, kepiting, ikan, padi, dan rumbia yang akan dijadikan atap, sebab bila titi ini secepatnya di perbaiki akan mengurangi kejahatan," kata Saparin

Menurut dia, warga juga sudah berupaya untuk memperbaiki jembatan gantung secara swadaya dan meminta secepatnya jembatan itu di perbaiki.

"Selain melewati jembatan ini ada jalan lain menuju kota Tanjung Pura yaitu dari Desa Dogang lebih jauh dan sunyi serta kurang aman,mungkin setiap minggu nya ada saja yang melintas di sana  kena rampok dan yang jalan dari sanapun orang orang yang paham situasi jalan di Desa Dogang tersebut," ujar Saparin
Sementara itu di waktu yang berbeda Kepala Desa Sangga Lima Atarudin ketika di hubungi wartawan monitor melalui telepon seluler mengenai kondisi jembatan gantung di desanya menyatakan,"sangat prihatin, setiap anak sekolah pulang pergi dari situ,papannya bolong bolong kami setiap minggu gotong royong, pak demikian pesan singkat Atarudin yang di terima wartawan Monitor Selasa 30/9.
​​
Dinas PU Kabupaten Langkat ​Ka.Sie Perencanaan Bina Marga Ramlan Harahap yang di temui wartawan, meminta Kepala Desa menyurati Dinas PU Kabupaten Langkat agar jembatan bisa perbaiki."Kalau jembatan gantung tersebut membutuhkan perbaikan,Kepala Desa bisa mengajukan surat permohonan kepada Dinas PU dengan di ketahui Camat, nanti kita upayakan anggarannya dari pos anggaran mana yang bisa di masuki untuk perbaikan jembatan itu," demikian tutur Ramlan..

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...

Rabu, September 03, 2014

Atlet Pelajar Langkat Ukir Prestasi di 8 th Student Bridge Championship PLN Batam Cup 2014

Atlet pelajar Langkat ukir prestasi di 11th Kepri Governor International Bridge tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014
Langkat - Reza Lubis
Tanpa gembar gembor tim bridge pelajar Kabupaten Langkat secara diam diam mengukir prestasi di di event internasional  yang bertajuk  11th Kepri Governor International Bridge Tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014 dari tanggal 29 - 31 Agustus di Golden View Hotel, Batam. Keberangkatan tim dari Stabat menuju Batam hari Selasa 26/8 dengan menumpang  Kapal Laut dan tiba di Batam keesokan harinya.
Pasangan atlet pelajar Langkat Mhd.Rifqi Akbar RF Lubis,M Khair Akmal Al-Ghifari,dlm pertandingan
Tim bridge pelajar Langkat yang terdiri dari gabungan 6 pelajar SMP Negeri 1 Stabat dan 2 pelajar SMA Negeri 1 Stabat masing masing Mhd.Rifqi Akbar RF Lubis,M Khair Akmal Al-Ghifari,Ralia Hanifah Lubis,Ferita Nadya Putri,Ika Syafitri,Selly Gita Amelia,Mhd Dzaky Azhary, Mhd Siddiq yang dimanejeri dan di latih langsung oleh Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Langkat Ir.Perwira Sakti Lubis dengan Iskandar Zulkarnain dan Agustaman sebagai Official, berhasil mengukir prestasi di event yang diikuti 42 tim senior dan 20 tim pelajar dari 14 negara.
Atlet pelajar Langkat menerima piala kejuaraan di 11th Kepri Governor International Bridge tournament 2014 PLN Batam Cup 8 Student Bridge Championship 2014
Dalam turnament internasional tersebut pelajar langkat mampu meraih juara 1 Tim tingkat SMP,Juara 1 tim tingkat SMA serta Juara 1 pasangan atas nama Ferita Nadya Putri dan Ika Syafitri serta Juara 2 pasangan yang di raih oleh Mhd Rifqi Akbar RF Lubis yang berpasangan dengan M.Khair Akmal Al-Ghifari pelajar SMPN 1 Stabat.

Piala Kejuaraan yang berhasil di raih team Atlet Pelajar Langkat
Menurut Tim Manajer Bridge Pelajar Langkat Ir.Perwira Sakti Lubis yang di temui Stabat 2/9 sepulangnya dari turnament tersebut "Gabsi Langkat mempunyai agenda untuk mengupayakan atlet pelajar Bridge  Langkat mengikuti dan mendominasi berbagai event Bridge pelajar,sehinga mereka mendapat pengalaman tanding di berbagai kejuaraan tingkat regional,nasional maupun internasional hingga nantinya  atlet pelajar bridge Langkat mampu berprestasi dan akhirnya Langkat mampu menyumbangkan atlet pelajarnya menjadi  atlet Bridge Junior Nasional" .
Saat ini di Pelatnas Brigde Usia 21 ada 4 atlet pelatnas bridge usia 21 yang berasal dari Langkat yaitu Villa Rosa,Yessi Grasella dan saat ini tergabung di klub EIBC serta mendapat bea siswa dari PLN untuk belajar di STT PLN,Jakarta serta Tri Suci Indah Sari,Nurul Husnah juga mendapat bea siswa dan di kuliahkan di STT Telkom di Bandung,dan ke 4 atlet Pelatnas Bridge U-21 sebelumnya telah mengukir prestasi menjadi juara kejurnas Bridge tingkat SMP tahun 2010  dan kejurnas Bridge SMA  tahun 2012 papar ketua Gabsi Langkat tersebut.

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........
read more...
 
Copyright © 2014 Anak Bangsa • All Rights Reserved.
Template Design by BTDesigner • Powered by Blogger
back to top