Pendidikan    Humanity    Budaya    Ekonomi    Hukum    Wisata    Budaya    Artikel    Numismatika   

Sponsors

Wikipedia

Search results

Hitung Kredit rumah




ASKINDO LANGKAT AKAN GUGAT PROYEK TAHUN 2014 DINAS PU LANGKAT

A. Zuhri Addin Ketua ASKINDO Langkat

Langkat - Reza Lubis
Terkendalanya pembayaran proyek proyek yang bersumber dari Bantuan Daerah Bawahan (BDB) di Dinas PU Langkat Tahun 2014 sementara pengerjaan proyek telah rampung 100 persen mengundang reaksi dari berbagai kontrtaktor termasuk Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (ASKINDO) Kabupaten Langkat.

A. Zuhri Addin Ketua Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (ASKINDO Langkat) menuturkan di Stabat, Sabtu 16/1 "kami di Langkat tidak akan bisa menerima alasan Rasionalisasi Keuangan Provsu dengan diterbitkannya Surat Edaran Sekdaprovsu yang juga bertentangan dengan Aturan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang harusnya bersifat Rasional, melarang Penyusunan kegiatan proyek  yang belum ada Anggarannya. Perencanaan selama ini tidak berkualitas, karena dari awal disusun lebih pada kepentingan politik, sehingga membuat target-target tidak tercapai ,mengabaikan kajian terukur dan selalu pakai istilah estimasi-estimasi dan mengapa kejadian ini terus terulang setiap tahunnya tanpa ada usaha dan upaya perbaikan. Pelunasan kurang bayar Bantuan Daerah Bawahan (BDB) atau yang sekarang dikenal dgn Bantuan Keuangan Pemerintah (BKP) atau dahulu dikenal Dana Bagi Hasil (DBH) baru jadi rencana prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kepada kabupaten / kota yang akan melunasi seluruh hutang tersebut dengan membagi jumlah sesuai rekomendasi yang disampaikan oleh BPK RI. Celakanya, ini dilakukan melalui mekanisme perencanaan pembayaran proporsional hingga lunas pada 2016

Zuhdi mengungkapkan rekanan habis-habisan,ibaratkan proyek yang bersumber dari dana BDB ini ibaratkan “tuba” yang menghancurkan para rekanan. Bagaimana tidak, untuk memodali suatu kerjaan, rekanan bahkan ada yang meminjam uang ke Bank 60% dari nilai pekerjaan dengan suku bunga yang telah ditetapkan oleh pihak Bank, namun ketika kerjaan telah selesai dana yang seharusnya sudah diterima dan bisa melunasi hutang di bank ternyata hanya dibayarkan 30 – hingga 50%, bahkan ada yang tidak juga kunjung cair sepeserpun.

Menurut Zuhri yang juga Ketua Komite Eksekutif Lembaga Study Pengadaan Indonesia (LSPI) mengatakan masih memungkinkan para rekanan melakukan upaya hukum, khususnya bagi rekanan yang tergabung di seluruh DPK ASKINDO yang ada di Sumatera utara, tegasnya bersama Ketua DPP ASKINDO Sumut Abraham Manurung, ST. dikantornya di Stabat.
Berdasarkan Kontrak yang ditanda tangani rekanan dengan PPK yang melibatkan Pengguna Anggaran pada Bab Syarat Syarat Umum Kontrak (SSUK) terdapat klausal yang menyatakan  " ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada PPK karena terjadinya cidera janji/wanprestasi dan besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi dan kita optimis bisa menyeret semua pihak yang terlibat, karena prosesnya diyakini terencana, terstruktur, dan masif yang mencoreng penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Langkat tegas Zuhri di akhir kalimatnya.#

Anak Bangsa : Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........

Harga Gas Elpiji 3 Kg "Melambung" di Langkat

Foto By  : Reza Lubis /19 Des 2014
Langkat - Reza Lubis.
Melambungnya harga gas elpiji tabung 3 kg di beberapa tempat Kabupaten Langkat ,membuat kalangan masyarakat konsumen gas elpiji 3 kg kelabakan "mahalnya harga gas 3 kg menambah beban kami masyarakat kecil,"ungkap Fatimah (35), seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Perdamaian Stabat, Kabupaten Langkat, Rabu (18/12).

Fatimah mengaku dirinya dan  ibu rumah tangga lainnya di daerah itu mengalami kesulitan memperoleh gas elpiji kemasan 3 kg dengan harga normal.kalau pun ada harganya mahal itupun setelah mencari cari di beberapa kedai yang menjual gas 3 kg, seperti tasi saya dapat gasnya di depan cabe ijo dengan harga Rp.23.000,-  "Pangkalan gas yang biasanya mendistribusikan gas elpiji 3 kg juga kosong kehabisan stok, sehingga ada yang terpaksa menggunakan kayu bakar,"bebernya.

Hal senada diungkapkan beberapa warga,diantaranya seorang ibu rumah tangga di Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang yang juga kesulitan mendapatkan Gas elpiji 3 kg dan kalaupun ada harganya mahal 1 tabung Rp.21.000,-, Agus penduduk Batang Serangan juga mengungkapkan harga gas elpiji 3 kg di daerahnya bervariatif,  harganya Rp. 20.000,- hingga Rp.25.000,- sedangkan di Kecamatan Tanjung Pura menurut Fahlevi warga Tanjung Pura harga elpiji 3 kg yang di jual kedai kedai seputaran kota harganya Rp.20.000,-an tetapi kalau di desa pesisir seperti Tapak Kuda harga 1 tabung gas elpiji melejit antara Rp.25.000,- hingga Rp.30.000,-.




Pemilik UD Simeulue pangkalan gas tabung 3 kg di Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat saat dikonfirmasi di tempat usahanya, mengungkapkan, pihaknya selama ini setiap hari menerima pasokan normal dari agen 80 tabung gas elpiji 3 kg dengan harga Rp.13.500,- / tabung sementara harga jual kami kepada konsumen/pengecer Rp.16.000,- , harga tersebut sudah patokan dan kami tidak berani menjual lebih dari Rp.16.000,-/tabung tegas pria berperawakan gemuk tersebut.

Sementara itu Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Langkat saat di kunjungi Monitor untuk dimintai konfirmasinya  tidak berada di tempat, tugas ke Jakarta ungkap salah satu staf bidang Perdagangan, saat dimintai konfirmasi tentang pengawasan terhadap kondisi melambungnya harga gas elpiji 3 kg,staf bidang  Perdagangan tersebut mengungkapkan diruangan kepala seksi perdagangan "tidak memiliki biaya operasaional untuk melakukan pemantauan harga dan sulitnya gas elpiji 3 kg di kabupaten Langkat".ungkap staf yang mengaku bernama Jon tersebut.
Kabag Perekonomian Kantor Bupati Langkat saat di kunjungi untuk dimintai konfirmasi di Ruangan Bag.Perekonomian, tidak berada di tempat "Bapak lagi ke Jakarta" tutur seorang staf wanita bagian Perekonomian dengan nada ketus.

Ditempat yang berbeda Ralin Sinulingga, SE Wakil Ketua DPRD Langkat saat dimintai tangggapannya berkaitan dengan melonjaknya harga gas elpiji 3 kg menyatakan "Pemerintah Kabupaten Langkat harus melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke Agen dan pangkalan2 serta pengecer dan jika memungkinkan Pemkb Langkat harus melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga gas elpiji tabung 3 kg tersebut".

Ahmad Zaid Nur salah seorang tokoh masyarakat yang juga Ketua PD Al Jam’iyatul Washliyah Kab.Langkat mengatakan, jalur panjang distribusi telah membuat harga tidak dapat dikontrol dengan baik. Artinya, kelangkaan yang terjadi disebabkan karena prosesnya yang panjang, memberikan kesempatan bagi sejumlah kalangan untuk mengambil keuntungan besar dengan berbagai cara seperti menaikkan harga diatas HET,untuk itu di perlukan peran Pemkab Langkat yang berkoordinasi dengan Pertamina untuk menekan lonjakan harga tersebut dan melakukan upaya upaya untuk menstabilkan atau menekan lonjakan harga gas elpiji 3 kg seperti melakukan pengawasan melalui SKPD terkait serta jika memungkinkan melaksanakan operasi pasar untuk gas elpiji 3 kg. #

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........

Tim Gabungan Operasi di Kawasan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut

Tim Gabungan melakukan pengembalian lahan kawasan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut,
Di Desa Selotong Kecamatan Secanggang dan Desa Tapak Kuda Kecamatan Tanjung Pura/Foto M.Salim
Langkat- M.Salim
Operasi gabungan BBKSDA, TNI dan Polri untuk mengembalikan fungsi kawasan konservasi di Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut (LTL), Kabupaten Langkat telah selesai, dan pasukan dari TNI dan Polri telah ditarik. Meski demikian Polisi Kehutanan terus melakukan patroli di sekitar lahan kawasan sambil menunggu restorasi (penanaman) kembali lahan tersebut. Demikian disampaikan Kasi KSDA Wilayah II Stabat, Herbert BP Aritonang yang juga sebagai ketua tim Operasi, Sabtu (29/11).
Operasi yang diawali dari mengembalikan lahan kawasan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut di Desa Selotong Kecamatan Secanggang yang dialih fungsikan sebagai tambak intensif maupun tambak alam, dan berakhir kemarin di Desa Tapak Kuda Kecamatan Tanjung Pura, dimana petugas gabungan di Desa Tapak Kuda melakukan penebangan pohon sawit sebanyak 1000 batang dan menjebol tambak di lahan seluas 40 hektar yang masuk dalam Kawasan Suaka Margasatwa.
“Operasi telah selesai namun Polhut terus menjaga lahan yang sudah dikembalikan dengan melakukan patroli rutin sembari menunggu restorasi kembali”, ujar Herbert
Personil Tim Gabungan Operasi pengembalian lahan kawasan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut
/ Foto : Negara Topa
Masih Herbert untuk penjagaan ini kita menggunakan Polhut dengan melakukan patroli dilahan kawasan Suaka Margasatwa yang sudah siap untuk direstorasi. Operasi represif yang berlangsung selama 12 hari ini menurunkan 140 personil gabungan dan menggunakan alat berat excavator dan gergaji mesin sehingga kerja bisa lebih cepat.
Kawasan Suaka Margasatwa Langkat Timur Laut yang sempat beralih fungsi ini akan segera di tanami kembali dengan mangrove untuk mengembalikan fungsi konservasi, selain itu lahan yang sudah ditanami nanti akan terus dijaga dan dirawat sehingga bisa cepat kembali hijau.
“Kita sedang mencarikan bibit mangrove untuk restorasi dikawasan ini”, pungkas Herbert BP Aritonang.*

Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........

Terkait PTS Bermasalah, DPRD Harapkan Bupati Langkat Tindaklanjuti SE Koopertis Wil I




Anak Bangsa :Menatap Mentari Di Kaki Ufuk Dengan Penuh Asa..........

 
Copyright © 2014 Anak Bangsa. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger